You Are What You Say

Program Pendidikan Profesi Guru Universitas Syiah Kuala mengadakan pelatihan komunikasi sosial bagi mahasiswa PPG Program Prajabatan Bersubsidi Tahun 2018 Bidang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Februari 2019 di aula asrama mahasiswa Unsyiah. Sebanyak 26 mahasiswa PPG Prajabatan Bidang Studi Pendidikan Bahasa Indonesia mengikuti pelatihan ini yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB s.d. 16.00 WIB yang disampaikanoleh narasumber yang berkompeten dibidangnya yakni Dr.rer.nat.Ilham Maulana, S.Si.

Acara dibuka oleh Bapak Amiruddin, M.Kes selaku kepala UPT Asrama Unsyiah. Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diawali dengan penyampaian materi dan tanya jawab. Usai waktu istirahat tepatnya pukul 14.00 WIB, dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu sesi praktik.

Pada awal kegiatan, Bapak Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S.Si memulai dengan memberikan sebuah pertanyaan (ice breaking) yang bertujuanagar mahasiswa penasaran dan fokus dengan yang akan disampaikan olehnya. Komunikasi Sosial sering diartikan juga sebagai Public Speaking. Dalam acara ini para mahasiswa diberi pemahaman berkomunikasi di ranah sosial, mulai dari yang mendasar sampai yang paling sering ditemui di sekolah.

Beliau menyampaikan dalam komunikasi sosial, hal yang paling penting ialah harus berani menjadi pusat perhatian. Kebanyakan orang jika diberi kesempatan untuk bertanya, mereka hanya akan pasif karena tidak ingin menjadi pusat perhatian ataupun takut salah. Padahal memberanikan diri untuk bertanya di sebuah forum diskusi merupakan pengalaman yang sangat berharga. Entah pertanyaan itu akan ditertawakan oleh orang lain, atau malah akan diberi tepuk tangan yang meriah, setidaknya telah mencoba untuk menjadi pusat perhatian. “Jangan menghindar untuk bertanya. Kuncinya adalah pengalaman” ungkapnya.

Public Speaking bagi guru merupakan skill yang memang sudah seharusnya di kuasai karena guru akan berhadapan bukan hanya dengan murid-muridnya, namun juga dengan orang tua murid, rekan-rekan guru, dan juga masyarakat di lingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal. Bapak Dr.rer.nat. Ilham Maulana, S.Sijuga menyampaikan “Pembicaraan yang bagus tidak dilahirkan, tapi diajarkan dan dilatih.” Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengalaman dalam berbicara di depan umum bukanlah sebuah bakat bawaan, namun karena hasil latihan dan pengalaman yang dilakukan berulang-ulang.

“Untuk bisa menjadi seorang Public Speaking yang profesional tidaklah semudah membalik telapak tangan. Namun juga tidak sesukar membalikkan telapak kaki. Memperbanyak jam terbang adalah salah satu kunci utama untuk menjadi yang terbaik dalam bidang ini.” ujarnya dengan diiringi tawa para peserta pelatihan.

Beliau juga menyampaikan kunci untuk menjadi Public Speaking ialah memiliki keinginan, keberanian, percaya diri, sistematika proses, catatan evaluasi progres, “bermuka tebal”, memanfaatkan kesempatan, memiliki sosok panutan dan diiringi doa. Jika hal tersebut sudah dapat dilakukan, maka hanya butuh terus bertlatih untuk semakin meningkatkan kemampuan Public Speaking.

Saat menjadi pembicara, cara menyampaikan materi juga sangat perlu dipahami. Seorang pembicara harus paham cara menyampaikan materi dengan mudah dan dapat dimengerti oleh audiens. Salah satunya yaitu saat menggunakan power point. Tata cara penulisan materi dalam power point mengenal tiga istilah, yaitu tulisan harus besar atau jelas (Big), gambar sederhana (Simple) dan sesuai tujuan (Clear). Beliau juga mengatakan “Prepare your presentation on your style and enjoy it”.

Pada sesi akhir yaitu sesi praktik, Mahasiswa diminta untuk langsung mempraktikkan ilmu yang sudah didapat pada sesi sebelumnya selama 5 hingga 10 menit. Kemudian secara bersama memberi kritik dan saran yang membangun untuk peserta yang sudah tampil agar penampilannya dapat lebih baik.

Salah satu mahasiswa yang mempraktikkan langsung yaitu Novita Sari Bunga Berutu. Ia menyampaikan “Hal yang berkesan bagi saya adalah pada kegiatan penutup kami diberi kesempatan berbicara layaknya seorang pembicara didepan banyak orang. Itu merupakan suatu kesempatan yang sangat berkesan untuk saya. Pada kesempatan tersebut saya akhirnya bisa berbicara di depan banyak orang dan mencoba menjadi seorang pembicara (Public speaker). Banyak kritik dan saran yang saya peroleh namun itu akan saya jadikan sebagai perbaikan untuk kedepannya. Saya yang sangat suka dengan public speaking menjadi lebih tahu tentang itu. Terima kasih PPG Unsyiah telah menghadirkan pemateri yang luar biasa”.

Selain itu Berliyan Arya Ferismanda juga menyatakan “Banyak sekali ilmu yang saya peroleh, khususnya dalam hal berbicara di depan umum dan teknik-tekniknya. Untuk pelatihan-pelatihan selanjutnya semoga semenarik dan semenyenangkan pelatihan Komunikasi Sosial ini”.

Selaku pemateri, Bapak Dr. rer. nat. Ilham Maulana, S. Si.s mampu menjelaskan Public Speaking dengan cara yang menarik dan menyenangkan sehingga membuat peserta pelatihan menjadi lebih fokus, lebih semangat, serta lebih mampu menyerap berbagai materi yang disampaikan.

Dengan diadakannya pelatihan ini pihak PPG FKIP Unsyiah mengharapkan para peserta pelatihan yang merupakan calon pendidik mampu menjadi contoh terbaik bagi para peserta didiknya. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memberi bekal dan penyempurna dalam keterampilan berbicara seorang guru.

Sebelum mengakhiri pelatihan tersebut, pemateri menjawab beberapa pertanyaan dari peserta dan menceritakan pengalamannya ketika menjadi pembicara di forum internasional. Pemateri menutup pertemuan itu dengan harapan, “Semoga menjadi guru yang menginspirasi dan memotivasi”.

Galeri

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya