​Siapa kita ? Aku Indonesia !

Bertempat di Auditorium FKIP Universitas Syiah Kuala, Darussalam, PPG FKIP Unsyiah menyelenggarakan Seminar Wawasan Kebangsaan bagi Mahasiswa PPG Unsyiah. Pelatihan yang berlangsung dari pukul 08.00 s.d 12.30 pada hari Rabu tanggal 4 Juli 2018 menghadirkan narasumber Kolonel Caj. Dr. Ahmad Husein Sipahutar, M.A. Pada seminar tersebut juga hadir Dekan FKIP Unsyiah serta Ketua PPG Unsyiah.

Pelaksanaan pelatihan ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa PPG Unsyiah 2018 sama seperti tahun sebelumnya. Seminar wawasan kebangsaan berhubungan erat dengan bagaimana para calon guru mendapatkan semacam pengetahuan dan pemantapan ilmu yang tujuannya adalah untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Melalui wawasan kebangsaan ini para Mahasiswa PPG bisa meningkatkan kepercayaan diri agar tidak mudah diterpa isu-isu yang dapat memecah belah persatuan dan tetap setia pada bangsa sendiri sambil berusaha mendidik anak anak bangsa.Hal lain yang tak kalah penting yaitu menghindari fanatisme kedaerahan yang berlebihan dalam suatu bangsa, oleh sebab itu kita harus terus meningkatkan wawasan kebangsaan Indonesia yang tertanam dalam jiwa dan sanubari setiap individu bangsa kita.

Dekan FKIP Unsyiah, Prof. Dr. Djufri, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini dilaksanakan untuk menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan bagi mahasiswa PPG Unsyiah. Hal ini juga merupakan usaha dalam menyamakan persepsi serta meningkatkan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa PPG sesuai dengan standar nasional. Kegiatan ini sangat berkaitan dengan pengembangan karakter yang berpusat pada proses pembelajaran serta menjamin menigkatkan mutu dalam pengembangan pendidikan. Dekan FKIP Unsyiah juga menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk lebih menumbuhkan dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa dikalangan generasi muda serta menyiapkan generasi muda guru Indonesia yang mempunyai jiwa nasionalisme yang memiliki kemampuan dan kepekaan yang baik mengenai wawasan kebangsaan Indonesia dan merasa bangga sebagai warga negara Indonesia terutama dalam bidang pendidikan.

Pada acara tersebut Kolonel Caj. Dr. Ahmad Husein Sipahutar , M.A. menyampaikan materi tentang pentingnya pendidikan bagi anak anak bangsa dalam daerah pelosok yang termasuk dalam kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang masih sangat butuh pengetahuan tentang apa dan siapa bangsa ini. Untuk itu, tugas mahasiswa PPG sebagai guru di masa depan untuk dapat menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan mempertahankan bangsa ini. Tugas guru nantinya mendidik dan membimbing anak-anak masa depan yang akan memimpin bangsa ini pada generasi emas tahun 2045.

Menurutnya negara Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki masyarakat majemuk dengan berbagai suku bangsa dan ini adalah kekayaan bangsa yang harus dihormati dan dipertahankan. ”Hebat Indonesia ini, suku bangsanya banyak mereka bisa mempertahankan itu,” kata beliau.

Indonesia adalah bangsa yang heterogen dan didukung dengan penduduk yang besar jumlahnya dan wilayah yang luas, akan tetapi kita pasti akan terus menghadapi tantangan baru yang dibarengi dengan arus kehidupan dalam era yang dilaluinya. Lebih jauh, Ia mengatakan belakangan ini kita terus dilanda berbagai cobaan mulai dengan adanya ancaman teroris hingga kenakalan remaja.

Ia menambahkan, suatu bangsa yang kuat pasti akan akan menghadapi berbagai ancaman baik itu ancaman fisik maupun non fisik. Ancaman itu diantaranya mengenai ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan keamanan. Tapi menurutnya untuk dalam mempertahankan keamanan, Indonesia memiliki pertahanan militer yang sudah diakui dunia. “Salah satu ancaman paling nyata dan berbahaya adalah narkoba yang akan masuk pada jiwa anak-anak masa depan merusak dan menghancurkan anak-anak masa depan yang menjadi para pemimpin bangsa pada generasi emas tahun 2045. Apa jadinya bangsa ini apabila dimpin oleh pemimpin yang merupakan ex-narkoba?!,” ujarnya. Oleh karena itu, beliau berpesan kepada seluruh mahasiswa PPG untuk dapat menjadi garda terdepan dalam mendidik dan memerangi bahaya narkoba. Pada akhir seminar, beliau berharap pada para seluruh mahasiswa PPG untuk dapat tersentuh hatinya dengan meneriakkan kata Indonesia dengan penuh semangat pemuda yang membara dengan semboyan, “Siapa kita ? Aku Indonesia! ”.


Kontributor: Purti Restu Damayanti


Galeri

Bagikan Berita ini

Berita Lainnya